Postingan

Dik?  Namamu pernah terselip di setiap untaian doa yang ia panjatkan kepada Tuhannya. Ragamu pernah menjadi sesuatu terfavorit baginya karena dengan melihatmu, sudah dapat membuat hatinya bergetar hebat. Perkataanmu pernah menjadi lantunan favoritnya karena dengan mendengarnya dapat memberikan ketenangan jiwa baginya. Dan dirimu pernah ada di hatinya, mengisi penuh setiap sudut ruangannya Tetapi itu hanya "pernah" Dik? Dan sekarang, bayangmu masih dapat ia lihat walaupun ia tak ras a, sekarang ada yang berbeda. Kamu tidak sedikitpun mengambil andil untuk membuat ia merasa bahagia. Cerita yang aneh memang, sesuatu yg dulunya pernah sangat berarti, sekarang hanya sesuatu yang bahkan tidak dapat memengaruhi apapun terhadap dirinya. Dik? Mungkin analogi tulisan yang dihapus dengan karet yang masih meninggalkan sisa di kertas bukanlah analogi yang mewakilkan kisah bahagimu itu. ia tidak tahu analogi apa yang tepat untuk kisah ini. ku rasa kisah ini tidak dapat digantikan dengan...
Gambar
senja sore ini terasa sendu perasaku, entah kalau menurutmu desir angin ditempat yang sekarang tengah kupijak pun mendayu menjemput malam, sang rindu datang tidak tahu malu mengoyak malam saat ku ingin bertemu apakah dirimu memang selalu menjadi yang kurindu dan membuat candu? kukira memang benar aku jadi teringat quotes pidi baiq "dan rindu menjadi urusanku. padahal kamulah penyebabnya" kamu memang sungguh sialan, kekasih! betapa sabar menanti rindu hingga membeku tentang dua anak manusia, aku dan kamu kesetiaan & komitmen menjadi cerita yang selalu dinantikan aku jujur menanti dirimu dan untuk temu dan kini, semoga Sang Pemilik Hati melancarkan jalanku memantaskan diri menujumu Malang, Juni 2017
Gambar
Duhai lelaki jika suatu saat nanti kau menemukan bidadarimu ikatlah ia menjadi satu sebelum ia pergi dahulu memilih yang memenangkan hati calon mertuamu Duhai lelaki hati wanita bukanlah tanah yang mana mudah terjamah ia kumpulkan nyalinya untuk memilih sesuai pilihan ibuk-bapak meski restu tak segampang itu untuk didapat Duhai lelaki ingatlah wanita itu nantinya yang pernah kau ikat dengan akad didepan walinya melepaskan orang tua demi hidup bersamamu meninggalkan semua tahta beserta hartanya Duhai lelaki wanita bukanlah tawanan yang semena-mena untuk diperlakukan berikanlah hak nya sebagai perempuan Dia sama seperti mu Tuan! dia bukanlah budak belian Duhai lelaki jagalah ia selalu karena hati ini serapuh kaca  berhati-hatilah memperlakukannya Bimbinglah ia dan bersama-sama menuju RidhoNYA Rabbi Taqobbalna, Ya Rabbi Ballighna Malang, Juni 2017 #shoumramadhan   #Dayof8thramadhan
aku sudah rampung menulis tentang nafas, senyum, air mata, serta tatapmu padaku. kerinduan yang serta merta berdenyut dijantung malam-malamku yang telah lalu. kau harus tahu bahwa ingatanku lembur bekerja untuk merekam semua itu. dan aku terjemahkan semua kejadian itu kedalam bentuk tulisan. bahwa sesering mungkin aku menulisnya hanya demi perasaan takut kalau-kalau pada akhirnya engkau berlari namun tak terkejar. juga perasaan takut akan suatu zaman yang akan melenyapkan segalanya. aku tak bisa membayangkan bagaimana pedihnya jika kau tak ada diingatan itu. kini file-file acak itu berjejer rapi difolder pribadiku. sebatas itu. pernah aku berniat mengirimkan tulisan-tulisan itu kepenerbit atau kalau ndak ya aku posting disosmedku, secara serial. namun malam ini kau hadir ke dalam mimpiku , berjalan kearahku, tersenyum dan berkata "permata, mutiara, barang berharga, dan perhiasan lebih baik diletakkan ditempat paling aman dirumah kita. biar kita saja yang mengetahui kemewahannya. t...
Kekasihku engkau adalah jingga yang masih selalu kunanti di setiap senja Di dermaga yang sama Menanti mu itu sungguh menyenangkan ya Kekasihku Seiring berputarnya waktu Berulangnya rindu Rindu ini, rindu itu Kini ku gemakan rayu Bolehkah aku meminta sesuatu darimu? Memintamu menjamahku dengan cumbu Hingga malam mulai biru hingga pagi menyapa hari baru Dan sprey basah dengan peluhmu, Oh bukan, peluh kita Hahaha! Mendekap rasa manakala mulut saling berpagut Kekasihku Rengkuhmu buatku lupa dunia, Bagiku tubuhmu bak miniatur surga Puncak nirwana, Dimana rasa hanyalah nikmat semata Kekasihku ingin kugantikan Sesal amarah keluh kesah hari-hari lalu kusihir jadi desah tentang banyak cerita, banyak hal pula seperti hari-hari lalu yang sepi pernah menjadi sahabat karibku kekasihku Nganu, maaf atas ke-ambiguan ku Malang, Mei 2017
Ia kira mati rasa ku kira juga ucapnya suatu ketika dirinya ialah wujud dari ekspektasi yang terlampau tinggi dirinya ialah wujud dari angan yang saking manisnya, nyaris mustahil Yaaa ... Ucapanya lagi dirinya ialah wujud dari luka-luka yang paling absolut Tapi sungguh terimakasih, katanya kemudian karena telah mengajarkan untuk mengerti dan memahami bahwa jatuh dan jatuh karena cinta adalah 2 hal yang sangat berbeda dan ia telah mengajarkan terbang hanya untuk kemudian hari melukai sayap ini membuat terhempas begitu keras dari ketinggian yang tadinya sangat menyenangkan dan kini membawa trauma Yaa, trauma yang sangat mengerikan lanjutnya 'semoga ia berbahagia selalu' lirihnya, hampir tak terdengar Malang, Mei 2017

menunggu ia, pulang.

Gambar
Aku pernah jatuh cinta disana, di kata kerja. berkali-kali, pada orang yang sama. IYA berkali-kali. tentu saja kalian tidak perlu tahu dengan siapa. yang jelas ia seorang laki-laki baik pula pengertian, sabar, dan bertanggung jawab. Yayaa itu dahulu, sekarang? sekarang sudah tak kutemukan. kurasa, Hilang. tapi kini? bukankah manusia semakin tumbuh dewasa akan semakin paham akan sebuah tanggung jawab. bukan hanya hura-hura. menjadikan manusia yang lebih baik dari hari-hari yang telah lalu, aku jadi teringat quote pidi baiq " aku tidak berusaha menjadi lebih baik dari orang lain. aku berusaha menjadi lebih baik dari diriku yang kemarin" Ahh sepertinya pubertas yang terlambat? masa remaja yang baru terasa? yang hanya ingin bersenang-senang? Ahh ini hanya ungkapan hati yang paling dalam pada seseorang, jujur apa yang dirasa. ahh sepertinya aku suudzon, sepertinya aku salah, sepertinya cuma perasaku, sepertinya.. Semoga Segera Tersadar Ya Rabb. Ahh entahlah !aku ngomong...