Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

PP NO. 50 TAHUN 2010

Gambar
PP NO. 50, TAHUN 2010, PNBP YG BERLAKU PADA POLRI Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2010, tanggal 25 Mei 2010, Polri menarik dana dari masyarakat adalah atas perintah dari negara.  Penarikan tersebut dinamakan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).  Dalam fungsi lalu lintas, unit Registrasi dan identifikasi, ada pelayanan yang ditarik PNBP nya. Di Satpas (Satuan Administrasi Penerbitan SIM) ada penarikan dana baik SIM Baru, SIM Perpanjangan dan Klinik Mengemudi, di Samsat (Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap) juga demikian. Untuk di Samsat, Polri hanya menarik dana PNBP untuk BPKB, STNK, TNKB(pelat nomor), dan Proses Mutasi.  Untuk masalah pajak, denda, dsb, BBN I, BBN II, dst, fiskal, ditarik oleh DISPENDA, dan dana asuransi Jasa Raharja, ditarik oleh Jasa Raharja. Jadi apabila hendak menanyakan masalah pajak, mohon jangan tanyakan ke pak pulisi, karena tabel besaran pajak/denda itu adanya di komputer Dispenda.          ...

puisi laut

Gambar
BAYANGAN SEMU Ketika kamu merasa jiwamu pilu Ketika kamu merasa malu  ketika kamu merasa sendu apa yang ada di fikiranmu hanyalah sebuah ragu yang mengepung untuk memenjarakan nuranimu melenyapkan hasrat membara dalam hatimu untuk membalaskan dendam pada bayangan semu kenyamanan yang tak menentu menggoyahkan pendirian imanmu mengatakan pada dunia haru menyakiti logika pembela melihat ketidakadilan tetapi kaupun tetap membisu bagaikan batu karang yang tidak membalas kerasnya lautan menghantam penuh kebencian MAh.
kini Menjelang pagi Jangan semakin mencari-cari disemua tempat yang pernah kutapaki Kau tau kan? aku tak pernah akan abadi pergi Aku hanya sedang mengasingkan diri Oh ya, aku menitipkan buku di sebuah rumah usang sepi Untukmu yang kian hari kian bergetar dihati Lalu silahkan kaubaca semua catatan puisi Itu teruntukmu Yang menetes dari liur-liur sunyi Agar kau tahu, aku selalu menanti Hingga jalang darahku didenyut nadi Dan jika kelak suatu hari kau kembali pulang kesini Sendiri sembari menggenggam jantung yang sekarat mati Carilah aku di antara puisi ini Seperti aku yang mencari dan menantimu di semua puisi yang kutulisi Kini Kau tak perlu khawatir Aku tetaplah perempuan pertama yang akan selalu menantimu untuk kembali pulang Malang, 8/4/2017 [4:02Am]