Dik? 
Namamu pernah terselip di setiap untaian doa yang ia panjatkan kepada Tuhannya. Ragamu pernah menjadi sesuatu terfavorit baginya karena dengan melihatmu, sudah dapat membuat hatinya bergetar hebat. Perkataanmu pernah menjadi lantunan favoritnya karena dengan mendengarnya dapat memberikan ketenangan jiwa baginya. Dan dirimu pernah ada di hatinya, mengisi penuh setiap sudut ruangannya
Tetapi itu hanya "pernah"


Dik? Dan sekarang, bayangmu masih dapat ia lihat walaupun ia tak rasa, sekarang ada yang berbeda. Kamu tidak sedikitpun mengambil andil untuk membuat ia merasa bahagia.
Cerita yang aneh memang, sesuatu yg dulunya pernah sangat berarti, sekarang hanya sesuatu yang bahkan tidak dapat memengaruhi apapun terhadap dirinya.

Dik?
Mungkin analogi tulisan yang dihapus dengan karet yang masih meninggalkan sisa di kertas bukanlah analogi yang mewakilkan kisah bahagimu itu. ia tidak tahu analogi apa yang tepat untuk kisah ini. ku rasa kisah ini tidak dapat digantikan dengan contoh lain. Ini tidak sesederhana tulisan dan penghapus. Tetapi ini tentang ia dan kamu. Iya, aku rasa begitu.


Dik? semoga segera memahami.

Malang,19/7/2017

Komentar

artikel yang disukai pengunjung

Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…

PENGERTIAN ARSIP