Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017
Gambar
senja sore ini terasa sendu perasaku, entah kalau menurutmu desir angin ditempat yang sekarang tengah kupijak pun mendayu menjemput malam, sang rindu datang tidak tahu malu mengoyak malam saat ku ingin bertemu apakah dirimu memang selalu menjadi yang kurindu dan membuat candu? kukira memang benar aku jadi teringat quotes pidi baiq "dan rindu menjadi urusanku. padahal kamulah penyebabnya" kamu memang sungguh sialan, kekasih! betapa sabar menanti rindu hingga membeku tentang dua anak manusia, aku dan kamu kesetiaan & komitmen menjadi cerita yang selalu dinantikan aku jujur menanti dirimu dan untuk temu dan kini, semoga Sang Pemilik Hati melancarkan jalanku memantaskan diri menujumu Malang, Juni 2017
Gambar
Duhai lelaki jika suatu saat nanti kau menemukan bidadarimu ikatlah ia menjadi satu sebelum ia pergi dahulu memilih yang memenangkan hati calon mertuamu Duhai lelaki hati wanita bukanlah tanah yang mana mudah terjamah ia kumpulkan nyalinya untuk memilih sesuai pilihan ibuk-bapak meski restu tak segampang itu untuk didapat Duhai lelaki ingatlah wanita itu nantinya yang pernah kau ikat dengan akad didepan walinya melepaskan orang tua demi hidup bersamamu meninggalkan semua tahta beserta hartanya Duhai lelaki wanita bukanlah tawanan yang semena-mena untuk diperlakukan berikanlah hak nya sebagai perempuan Dia sama seperti mu Tuan! dia bukanlah budak belian Duhai lelaki jagalah ia selalu karena hati ini serapuh kaca  berhati-hatilah memperlakukannya Bimbinglah ia dan bersama-sama menuju RidhoNYA Rabbi Taqobbalna, Ya Rabbi Ballighna Malang, Juni 2017 #shoumramadhan   #Dayof8thramadhan
aku sudah rampung menulis tentang nafas, senyum, air mata, serta tatapmu padaku. kerinduan yang serta merta berdenyut dijantung malam-malamku yang telah lalu. kau harus tahu bahwa ingatanku lembur bekerja untuk merekam semua itu. dan aku terjemahkan semua kejadian itu kedalam bentuk tulisan. bahwa sesering mungkin aku menulisnya hanya demi perasaan takut kalau-kalau pada akhirnya engkau berlari namun tak terkejar. juga perasaan takut akan suatu zaman yang akan melenyapkan segalanya. aku tak bisa membayangkan bagaimana pedihnya jika kau tak ada diingatan itu. kini file-file acak itu berjejer rapi difolder pribadiku. sebatas itu. pernah aku berniat mengirimkan tulisan-tulisan itu kepenerbit atau kalau ndak ya aku posting disosmedku, secara serial. namun malam ini kau hadir ke dalam mimpiku , berjalan kearahku, tersenyum dan berkata "permata, mutiara, barang berharga, dan perhiasan lebih baik diletakkan ditempat paling aman dirumah kita. biar kita saja yang mengetahui kemewahannya. t...