Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016
Kepada ibuku, yang tabah kepada malaikat tanpa sayapku salam rinduu dan cinta untukmu siang ini, aku ingin sedikit mengingat  kenapa harus sedikit? karena aku tak mau rindu ini semakin tak waras tentang mu yang sedari dulu menemaniku ,mencintaiku tanpa syarat dulu kulihat beliau suka menyendiri, di dapur ketika beliau dan keluarganya selesai melaksanakan solat subuh disebuah mushola didepan rumah menekuni rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga dan Ketika kami memilih kembali tertidur dipagi yang buta itu duluu, dulu sekali sebelum anak-anaknya beranjak dewasa dan meninggalkannya dulu sering kulihat rutinitas di pagi yang dingin kini Rumah itu mencatat segala rahasia Tentang kerinduan dan kesepian ibuku Pernah suatu subuh ketika ku berlibur pulang ke rumah, ku dengar Ibu menangis sambil menanak nasi Sesekali aku melihat ia memeluk tubuhnya sendiri Matanya sendu menahan duka dan bahagia Ingin sekali kuhadiahkan dua buah kayu bakar untuk Ibu Supaya nyala tu...
disuatu pagi Engkau bertanya kepadaku tentang hari libur tentang pertemuan kita ditanggal merah Dan rencana kita berpergian Tapi kutunjuk dadamu itu Dan berkata, aku ingin berlibur ke sana Lantas jadi pribumi, yang membangun sebuah peradaban Aku ingin hidup sebagai satu-satunya perempuan yang yang mencintaimu maaf kalau memang aku egois dan kau pasti sudah tau. Malang,31/5/2016 04:16Am
Aku tahu rindu itu tak terbilang hanya mampu membilang kita dalam jarak sebab itu, sumpah mati aku berhasrat menjadi hujan dan angin untuk mampu menyentuhmu lebih cepat daripada jarak untuk mampu melumat habis tubuhmu dengan rindu yang tak mampu ku takar lagi kadarnya sumpah mati aku berhasrat menjadi api  yang menghangatkanmu lebih cepat dari pada surya yang terlambat datang.  sumpah mati  berada disisimu adalah mimpi terbaik dari pada terjaga dan tersadar jarak begitu tega menjadikan kita pecahan rindu yang berserakan , membiarkan kita mencari sendiri bagian yang hilang semua bagian disembunyian oleh langit satu bagian di langitku dan bagian lainnya di langitmu sementara langit kita enggan untuk menyatu kamu harus kembali membawa langitmu atau menjemputku dengan langitku  menjadikan kita satu lagi  tanpa bagian apapun yang hilang dan  tanpa ada jarak yang memisahkan Mabna Fatimah Azzahra, Malang. 25/8/2013
Aku seduh kopi pagi ini ku teguk tanpa basa-basi,  di cangkirku  ada bias langit, warnanya hitam dari kopiku namun sebenarnya ia biru-rindu-biru murka ada rindu di sana nampak pada bias mataku di cangkir kopi,  aku yakin rasanya akan berbeda ada air mataku di sana,  ada rindu yang tertinggal di sana, bersama ampas kopi yang tidak pernah ikut terbawa. disini dingin menyelimutiku dan mungkinkah kamu sedang terjaga? Malang, 30/5/2016
kepada jarak, yang menjadikan pelukan tak ada aku dan kamu saling menyelinapkan doa-doa. kepada jarak yang menjadikan genggaman tangan tak ada aku dan kamu saling menggenggam dalam mimpi masing-masing kepada jarak yang menjadikan sentuhan tak ada aku dan kamu saling menyelimuti imajinasi dengan harapan kepada jarak yang menjadikan pertemuan tak ada aku dan kamu saling mengintip ruang maya kemudian saling berdoa  kepada jarak yang meniadakan engkau di sampingku sesungguhnya pelukanku mengelana di sekelilingmu dan Do'aku selalu menyapamu. mendekapmu tanpa tubuh . Malang,30/5/2016 02:37Am
sudah lelahkah kau teman. berlari bersama kami, kuyakin itu takkan pernah terjadi, hari ini kau jelang fajar baru, bersanding dengan belahan jiwa yang mengertimu, hanya hari yang berganti tetap dengan senyummu, ketika menggandeng mempelaimu. bersinarlah kami yakin kau tak akan pernah berubah. selamat menikah teman, sapalah sang mentari diufuk baru. kepal keras tangan, kini kau telah punya pendamping, selamat menikah teman, dan esok, kau pasti tetap tuangkan ridhomu, pada kami dengan rasa bangga dijiwamu. pastikan tetap temani hari-hari kita, dengan suami disampingmu, dan dengan bayi dipelukmu, sebuah tanggung jawab, tlah temukan arti bagimu teruskan nafas hidupmu, walaupun kau harus berbagi. selamat menikah teman, sapalah sang mentari diufuk baru. kepal keras tangan, hari ini kau telah punya pendamping, selamat menikah teman We ask Allah to make your love, Last forever  Barokallahu lakaa waa barokaa alaikaa waa jama'a bainakumaa fii khoiir {}  semoga menjadi keluarga sakina...
siapakah di antara kita yang berlari lebih jauh ?  Menghilang dari segala jarak yang memburu ?  Mungkinkah kamu ? Ataukah saya ? Atau luka kita.  Siapakah di antara kita yang di puji ketabahannya oleh Tuhan ?  Mungkinkah engkau ? saya ? Atau waktu yang paling luka kehilangan kita ?  Siapakah di antara kita yang paling pandai merawat ingatan ?  Yang terus mengulang-ngulang adegan yang bernama kenangan.  Mungkinkah engkau ? Ataukah saya?  Atau sepasang mata yang paling perih merindukan kita ?  Aku ingin tahu, siapakah di antara kita yang paling bahagia setelah kembali bertemu. Malang,29/5/2016 07:24 AM.
Tak perlu ku namai rinduku Ia cukup rupawan untuk diingat Kelak, meski tiada lagi aku dalam ingatanmu Kau tetap akan merasa bahwa, pernah ada rindu yang rewel juga manja kepadamu  Lalu akan ada hari dimana sepimu mencari aku Pun tubuhmu merindukan pelukanku Sementara tak ada yang dapat kau lakukan selain merayakan kehilangan Aku pernah menawarkanmu sebuah tahun-tahun penuh pelukan Namun kau memilih kedinginan Aku pernah menawarkanmu sebuah kamar di ruang hati Namun kau memilih berdiri di depan pintu yang terbuka Aku mengutuk segala peluk yang memelukmu Yang takan pernah memberikanmu hangat kecuali pelukanku Aku mengutuk segala sapaan yang menyapamu Yang takan pernah memberikanmu sapaan hangat kecuali sapaanku aku mengutuk segala rindu yang menghampirimu Yang takan pernah memberikan debar kecuali rinduku Aku mengutuk segala cinta yang kau kejar Yang takan pernah memberikanmu ruang kecuali cintaku kamu pernah tau ketika aku menangis diam-diam setiap larut menjelang pag...
Sebagaimana laut mataku, menadah asin air mata dan luka Sementara kau ada sebagai ombak yang menampar tubuh tabahku Jantung dan hatiku ialah karang yang kuat Ikan-ikan tak ingin hidup dan ganggang laut tak ingin tumbuh Siapa yang ingin tinggal dalam kesedihan? tidak ada Kecuali aku Sebagaimana gerimis mataku adalah musim penghujan yang panjang Sementara kau payung yang menolak basah Dadaku ialah langit yang kelabu Pelangi tak ingin datang dan kemarau tak mau kembali Siapa yang ingin tinggal dalam kepedihan? tidak ada kecuali aku Sebagaimana pagi dan malam Aku ada sebagai waktu yang tak pernah berhenti dalam sebuah arloji Atau seluruh musim yang setia pada satu kota kau ada sebagai rumah yang tak pernah terbuka Siapa yang ingin tinggal dalam kesendirian? tidak ada Kecuali aku Yang masih sedia mencintaimu Sebagaimana Ibu. hujan menemani diriku malam ini, menulis beberapa tulisan yang entah apa maksudnya. yang aku tau hatiku ingin menulis mengisi waktu luang yang membosanka...
Pada pagi hari, kau menjelma doa di setiap bebutir tasbih dan air mata.  Mencintaimu adalah satu dari sebagian iman, di mana hanya akulah yang menjalankannya.  Maka setiap pagi,  aku lebih dulu terbangun dari pada matahari demi sembahyang dengan berdzikir namamu.  Mungkin aku lebih gila dari seorang majnun sekalipun,  dan kau lebih sempurna dari seorang laila, tapi cintaku tak sepandir cinta seorang majnun kepada laila.  Aku mencintaimu dengan sewajarnya,  seperti sudah mengenali derap kaki kehilangan.  Aku mencintaimu dengan cara yang sederhana,  semisal menjadikan luka dan sepi sebagai saudara.  Pada pagi hari, kitalah sepasang cangkir yang tak jua bertemu bibir waktu,  yang terlanjur dingin karena angin dan sepi yang bermain-main. Malang, 27/5/2016
Pada suatu sore, di depan sebuah kost'aan dijalan sunan kalijaga dalam, malang Kudapati seseorang seperti mu Memetik gitar dan bernyayi Sebuah lagu yang hening dari hati yang merindu Ia memetik gitar seperti membelai rambut kekasihnya Mengingat nada seperti mengingat tentang sebuah pertemuan, mungkin Lagu yang ia mainkan adalah caranya bercerita mungkin Tentang Seorang perempuan, kekasihnya yang sekarang sedang terpisah jarak dari nya, seperti sedang merindui sosoknya? ya mungkin lalu kuteruskan berjalan tak kufokuskan lagi pandanganku pada laki-laki yang sepertimu sedang memainkan gitar gemuruh didada ingin sekali berteriak bahwa dirikupun sedang merinduimu. sangat seperti sang lelaki pemetik gitar tadi kuingat sekali lagi ,tentang sebuah permintaan  tentang sebuah perjuangan tentang sebuah kesabaran tentang sebuah ikhlas saling menerima Cintai aku tanpa alasan, supaya nanti kau tak punya alasan meninggalkan.  Cintai aku dengan rela, supaya nanti kau tabah jika aku tak ada....
selamat pagi aku dan pagi bertemu  dipersimpangan puisi dan beberapa catatan cerita namun larik menegurku "berhentilah berimajinasi dulu, ada yang lebih penting" untuk kuberitahu katanya "kamu belum mandi, kamu bau sekali pagi ini" akupun langsung tersipu dan langsung menepikan imajinasiku ah iyaa memang :) ah iyaa .kuakui kadang ku sibuk mengutamakan yang tak utama sembari mengutamakan yang tak utama seperti pagi ini, pagi kemarin dan pagi-pagi sebelumnya. Hahaha! Malang.25/5/2016
aku membayangkan kita saat kulihat awan dan daun saling sapa dari tempatku berpijak dicemburui kabut yang acapkali menghalang angin merayuku tuk bilang rindu namun aku takut, kau tak merasakan hal yang sama demi daun, awan, dan sebuah kabut yang tercantum dalam rangkaian tulisanku ini namun tak bersekutu saat balik ku tanya. apa kau disana merinduiku? mereka masih diam. ah tidur dulu lah, mataku juga perlu istirahat, agar sembabnya hilang. sembab kurang tidur. hmm malang, 24/5/2016
segala tentangmu masih seharum gerimis malam itu walau tak semanis gula yang aku cemil kau harus tahu, bahwa kini tik tok suara jam dinding ikut serta menunggu kini ceritamu menjelang tidur waktu itu menjadi angan yang setia menemani Doa-doa sebelum tidur dari kawan kini menjelma menjadi suara-suara nafasmu waktu terus berlalu, hari-hari berganti, tetapi ketakutanku masih tetap sama bukan jarak yang aku takutkan, tapi sapaan mu yang sudah enggan kau berikan tentang pelukan serta sapaan yang tak kunjung menemani Barangkali engkau bersedia untuk menyelamatkanku dari rasa takut dan mimpi buruk itu?  maka peluklah aku seperti tak ada tubuh lain lagi yang kau inginkan di dunia ini maka tetap temanilah , berdua menua menjadi tua berikan tanganmu jabat jemari ini sepotong tulisan ini ku tulis demi menyampaikan padamu,  bahwa aku di sini baik-baik saja, meski kerap kali luka memelukku lebih mesra. Malang,23/5/2016
Masih dipagi yang dingin.  bau embun menemani. semilir angin menenangkan bersama sikapmu akhir-akhir ini yang meresahkan hati bersama sapaanmu yang sudah lama tak ku terima atau ini hanya perasaanku saja yang terlalu berlebihan? bahwa kau sudah enggan memeluk hubungan ini? bahwa kau sudah enggan mencintai perempuan yang sering bersikap bodoh ini? aku sudah su'udzon ? jika iya bicaralah maafkan untuk sikap burukku yang menyakiti hatimu setiap waktu maafkan untuk bibir yang setiap waktu cerewet padamu maafkan untuk tingkah bodoh yang selalu membuatmu malu aku hanya perempuan yang penuh luka cacat, jangan lupakan kita ini sepasang aku lupa kamu mengingatkan,  aku marah kamu menenangkan,  aku lelah kamu menyemangati. Mengimbangi. Melengkapi kita ini 2 oarang yang punya tujuan untuk kelak bisa sehidup semati. di bawah atap yang sama tapi aku sungguh takut untuk sikapmu kali ini  mencemaskanku sekarang bukan lagi jarak yang aku takutkan, tapi sapaanmu ya...
Aku ingat engkau selalu marah, ketika aku bertanya tentang "apa kau mencintaiku? apa kau menyayangiku?" sementara aku diam ketika engkau mulai melihatkan wajah serammu Hanya memandang wajahmu  Sambil diam-diam berharap mendapatkan jawaban terbaik,  ya walaupun tak akan pernah mendapatkan jawaban. karena aku sudah tau jawabannya jika kau balik bertanya, akan ku jawab dengan pasti.  Aku mencintaimu begitu saja karena setiap kalipun aku bertanya pada diriku sendiripun? aku tak pernah mendapatkan jawaban aku mencintaimu begitu Tak perlu pemantapan apa pun, mengalir yang seperti air itu Tak perlu berpikir Aku mencintiaimu begitu saja Seperti kanak yang mencintai gula Seperti Ibu yang mencintai bayi seperti aku yang menyukai kopi. Aku mencintaimu begitu saja seperti ayah yang setia bekerja keras mencukupi kebutuhan keluarganya &tak pernah peduli sebesar apapun rasa lelahnya, Aku mencintaimu begitu saja Seperti bernapas, begitu mudah, begitu ringan “Adakah yang membuatk...