Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017
Kau tidak akan sanggup jadi aku Mencintai seorang yang tak mencintai balik Mendengarkan orang yang tidak mau mendengarkan Menunggu seseorang yang selalu berpergian Kau tidak akan sanggup jadi aku Menahan luka dalam senyuman Menahan rindu Meredam cemburu dan akhirnya air mata yang sanggup bicara Kau tidak akan sanggup jadi aku Tidak merasakan kehangatan Tidak merasakan kebanggaan Tidak merasakan kebahagiaan dari orang yang selalu diperjuangkan Kau tidak akan sanggup Aku tahu karena kau tidak mengerti Kau hanya terus menyalahkan dirimu Terkadang menyalahkan aku Dan kosong. aku mencintaimu tanpa karena, kau tahu? Malang, 22/2/2017 [1:28Am]
membebaskan itu, bermain-mainlah, sepuasmu menjelajah, jangan tinggalkan hati pada aku bila mana kaki lututmu lelah kembalilah, kebahuku bersandarlah bersama segala Do'a aku tetap mematung disini teruntukmu karna menjadikanmu obyek kasih bukan soal memasungmu tapi mendorongmu terbang ,renang, mendaki ,selami semestamu dengan atau tanpa aku. disela-sela mengerjakan Tugas proyek masjid Malang, 16/2/17 [3:12Am]
Gambar
Suatu saat nanti aku dan kamu akan keliling Indonesia, menikmati setiap sudut istimewa Tanah Air kita. Berdua saja. Aku juga bersedia menemanimu kemanapun [ketika kamu dipindah kerjakan dari kota satu ke kota yang lain, atau kamu ingin menetap di tempat kelahiranmu saja? Boleh] dan barangkali sesekali kita keluar negeri, bergandengan tangan dan bercanda ria didepan menara Eiffel. duduk manis naik gondola divenesia atau Menikmati indahnya bunga sakura semi dijepang [Kalau ada rezeki lebih] Dan yang paling penting aku, kamu, orang tuaku, dan orang tuamu, jadi Tamu Allah. thawaf dimakkah lalu berdo’a didepan makam Nabi Ibrahim. Bersholawat langsung didepan Makam Rosuluallah Dan ini yang terakhir kamu harus ikhlas menemaniku nonton Chelesa di Stamford Bridge stadium duduk paling depan! Hahahahaa Hingga akhirnya Bahagia [Ridho Allah] dengan kesederhanaan keluarga kecil kita. Sampai akhirnya kita menua, berdua. Menjadi tua, ku diliang yang satu ku disebelahmu. Aamiin Teruntuk c...
Sore ini Garis jingga mencoba menerka sendu Ia rindu malu-malu ia sangat rindu akan sederhananya perhatianmu, cintamu yang baik ada yang ia ingat, ada yang membuat sesak didada sore ini ia sendu sehabis hujan mengguyur ia pulang kuliah, pukul 04:50 Pm. perempuan berkemeja putih dengan seperangkat alat menggambar berlari-lari kecil mengejar hujan ada suara yang menyapa, perempuan berkacamata disebrang jalan "hujan sebentar lagi akan turun sore ini dek, awas kertas yang kau pegang basah" membalikan badan, senyum. tak apaa. ia Tak mau dirayu, tak mau dicumbu ia hanya mau kamu. laki-laki hebatnya, katanya ia hanya mau kamu, yang kan ia jaga sepenuh hati ,seumur dia kuat bertahan kini Sendu sembunyi bersama datangnya malam Karena malam waktunya tenggelam Sambil bisikan namamu Bersama doa-doa yang ia tanam untukmu yang sedang jauh dari jangkauan ada yang basah di kelopak mata perempuan berkemeja putih ia sembab, mungkin akhir-akhir ini adalah hari-har...
kutitipkan rindu pada langit-langit malam pada hujan yang tak kunjung reda pula pada kaki-kaki cakrawala jua.  berharap kau merasakannya, Mas. berkali-kali ,tak henti-henti. kutitipkan segala cemas rindu pada kata jua. apakah rindu dapat tertuntaskan mas?  kalau saja kita, maksudku aku. hanya bisa mengendap tanpa bisa menatap. sekat? mungkin terlalu banyak sekat yang membuat kita tak se-erat senja pada kata, cakrawala dilangit jingga juga. kini perubahan derastis segala yang ada padamu. itu semua salahku? Maafkan untuk  mulut dan sikapku yang terlalu sering membuat hatimu terluka Perempuan egois ini tak pernah buatmu bahagia ya mas? jika tingkah atau kata pernah mencabik kembali luka, mohon ikhlas maafkan. ada sakit didada yg menjalar ketika sapa darimu tak lagi kudapat. maaf Mas? ada pinta tulus dari hati yang ingin ku miliki tetap genggam dan cintai aku walau banyaknya kurangku mas? Rinduku tak pernah mempermasalahkan siapa-siapa, selain aku beser...