kini Menjelang pagi
Jangan semakin mencari-cari disemua tempat yang pernah kutapaki
Kau tau kan? aku tak pernah akan abadi pergi
Aku hanya sedang mengasingkan diri
Oh ya, aku menitipkan buku di sebuah rumah usang sepi
Untukmu yang kian hari kian bergetar dihati
Lalu silahkan kaubaca semua catatan puisi
Itu teruntukmu
Yang menetes dari liur-liur sunyi
Agar kau tahu, aku selalu menanti
Hingga jalang darahku didenyut nadi
Dan jika kelak suatu hari kau kembali pulang kesini
Sendiri sembari menggenggam jantung yang sekarat mati
Carilah aku di antara puisi ini
Seperti aku yang mencari dan menantimu di semua puisi yang kutulisi
Kini Kau tak perlu khawatir
Aku tetaplah perempuan pertama yang akan selalu menantimu untuk kembali pulang

Malang, 8/4/2017

[4:02Am]

Komentar

artikel yang disukai pengunjung

Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…

PENGERTIAN ARSIP