Bernostalgia itu menyenangkan
Hai apa
kabar ?
Aku
ingin menyapamu malam ini. Aku ingin sedikit bercerita, Malam ini aku
tertawa-tertawa sendiri diatas kasur kamar ku. Senyum-senyum ndak jelas. Kalau
saat ini kau ada disampingku pasti kau akan ngomong
“kebiasaan.
Kelowor nya diilangin dong!”
Kau tahu kenapa? Jawab dong, kenapa aku kok
bisa kayak gini? Jawab !!!
Hehe
biar aku sendiri yang jawab ya, aku keinget aja tiap aku melakukan kesalahan
kau pasti memasang wajah menyeramkan kan! Diajak senyum ndak mau, tatapan mata
tajam. Bawa’annya pengen ngamuk-ngamuk aku terus. Aku didiemin, Diajak bercanda
ndak mau. Lalu kemudian aku masang wajah sok imut ku, memamerkan gigi-gigiku.
Alasannya hanya satu biar kamu ndak jadi marah hehee. Kalau sudah ndak
mempan pasti aku memasang wajah memelas. Bibirku manyun-manyun, kayak orang mau
nangis. Dan siasatku selalu manjur.
Setelah
itu tatapan mu mulai lembut, senyum manis di bibirmu mulai merekah. Dan satu
lagi kau selalu mengacak-acak rambutku gemas. Lalu memelukku dan berbisik
“dibilangin jangan nakal! Kok bandel?!”
I miss
you :)
Komentar
Posting Komentar