TEORI KEPEMIMPINAN
mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan apa itu yang dimaksud pemimpin karena telah banyak pemimpin besar yang telah kita ketahui.disini saya mau belajar dan sharing tentnag teori kepemiminan, apa sih yang melatar belakangi terbentuknya pemimpin?apakah keturunan?ataukah pembentukan? mari kita sama-sama belajar bagaimana itu bisa terjadi :)
Disini saya akan mencoba
menjelaskan teori kepemimpinan dengan pemahaman saya dan gaya bahasa saya
sendiri. Teori kepemimpinan ada 3 yaitu: 1, teori sifat 2, teori perilaku 3,
teori situasional.
Yang pertama adalah teori sifat
dimana seorang pemimpin mempunyai jiwa kepemimpinan itu sejak ia lahir atau
bisa dibilang sifat kepemimpinan itu karunia dari tuhan dan bukan bentukan dari
manusia. Teori ini menekankan pada intelegensi, karakteristik fisik,
kepribadian, dan kemampuan supervisi.
Teori sifat ini mempunyai asumsi
bahwa pemimpin pada dasarnya dilahirkan bukan diciptakan atau bisa disebut juga
bahwa proses memperoleh jiwa kepemimpinan itu hanya kehendak tuhan atau warisan dari pendahulunya yang diturunkan
untuk dia, asumsi ini didukung oleh perilaku masyarakat pada zaman dahulu yaitu
zaman kerajaan dimana setiap anak laki-laki dari seorang raja maka akan pasti
menjadi raja saat raja sudah mengundurkan diri atau terbunuh di medan
perang.Asumsi ini berbahaya bagi perkembangan regenerasi pemimpin karena yang
dipandang pantas menjadi pemimpin adalah orang yang memang dari sananya
dilahirkan sebagai pemimpin, sehingga yang bukan dilahirkan sebagai pemimpin
tidak memiliki kesempatan menjadi pemimpin.
Asumsi ini dapat dibantah dengan
kejadian pemberontakan yang dilakukan saat zaman kerajaan dimana para pemberontak
dipimpin oleh seseorang yang dimana dia tidak ada keturunan sama sekali dari
seorang pemimpinan tetapi dia bisa memimpin para pemberontak untuk memberontak
terhadap suatu kerajaan atau sering juga disebut sebagai kudeta. Pemimpin dari pemberontak
ini terbentuk akibat dari situasi keadaan saat itu yang mana memungkinkan untuk
memunculkan sesosok pemimpin yang dapat mengoordinir dan memberikan perintah agar
tercapai tujuan dari para pemberontak(teori situasional).
Teori
sifat menekankan pada intelegensi, kepribadian, karakteristik fisik, dan
kemampuan supervise.
Disini intelegensi yang
dimaksudkan yaitu seorang pemimpin diharapkan memiliki tingkat pemikiran yang
mumpuni dalam menghadapi sebuah masalah yang sedang dihadapi oleh kelompok.
Kepribadian,
seorang pemimpin diharapkanmemiliki kepribadian yang baik seperti kemampuan
beradaptasi, kreativitas, integritas pribadi, kepercayaan diri, kontrol dan
keseimbangan emosi, dan mandiri. Sehingga para bawahan mempunyai sesuatu yang
dapat diandalkan dalam diri pemimpinnya.
Karakteristik
fisik, seorang pemimpin diharapkan berbadan tinngi tegap dan berpenampilan
menarik kurang lebih menurut saya seperti pak SBY. Kemampuan supervise disini
lebih mengacu pada kemampuan seorang pemimpin dalam mengawasi kinerja bawahan
dalam menjalankan perintah yang diberikan kepadanya.
Teori
perilaku
Dalam teori ini terdapat asumsi
yang berlawanan dari teori sifat yaitu bahwa pemimpin tidak hanya dilahirkan
tetapi juga dibentuk kita dapat mengambil contoh pak SBY (Susilo Bambang
Yudhoyono) yang merupakan lulusan terbaik AKABRI disini bapak SBY dibentuk untuk menjadi pemimpin
paasukan supaya dapat melaksanakan misi yang diberikan dan selanjutnya pak SBY
diamanati sebagai Presiden Rpublik Indonesia yang mana beliau menjadi pemimpin
dari seluruh rakyat indonesia.
Dalam teori perilaku terdapat dua
sudut pandang tentang kepemimpinan yaitu : 1, pemimpin yang berorientasi pada
pekerjaan. 2, pemimpin yang berorientasi pada bawahan.
Hasil studi kepemimpinan Ohio
State University menunjukkan bahwa perilaku pemimpin pada dasarnya mengarah
pada dua kategori yaitu consideration dan initiating structure. Hasil
penelitian dari Michigan University menunjukkan bahwa perilaku pemimpin
memiliki kecenderungan berorientasi kepada bawahan dan berorientasi pada
produksi/hasil. Sementara itu, model leadership continuum dan Likert’s
Management Sistem menunjukkan bagaimana perilaku pemimpin terhadap bawahan
dalam pembuatan keputusan. Pada sisi lain, managerial grid, yang sebenarnya
menggambarkan secara grafik kriteria yang digunakan oleh Ohio State University
dan orientasi yang digunakan oleh Michigan University. Menurut teori ini,
perilaku pemimpin pada dasarnya terdiri dari perilaku yang pusat perhatiannya
kepada manusia dan perilaku yang pusat perhatiannya pada produksi.
Teori
situasional
Teori ini lebih menekankan
bagaimana seorang pemimpin dapat memahami bagaimana situasi yang sedang ia
hadapi dan bagaimana pemimpin memaknai factor-faktor yang mendasari terjadinya
situasi tersebut sehingga pemimpin memilih tindakan yang tepat sesuai situasi
yang terjadi. Contohnya pada saat ini rupiah sedang melemah terhadap dolar dan
harga barang-barang dalam negeri ikut melambung tinggi. Ini merupakan
tantaangan bagi pak Jokowi (Joko Widodo) memaknai factor-faktor yang
mempengaruhi situasi tersebut dan bagaimana paket kebijakan yang akan
dikeluarkan untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam teori ini memiliki asumsi Perilaku
pemimpin yang tepat sangat bervariasi dari satu situasi ke situasi yang lain.
Least Preferred Cowoker (LPC) dari Fiedler menekankan
pada Faktor situasional kunci yang menentukan efektivitas kepemimpinan meliputi
hubungan pimpinan-anggota, struktur tugas, dan kekuatan posisi.
Situational leadership theory (SLT) dari Paul Hersey & Ken
Blanchard menekankan bahwa keefektifan kepemimpinan seorang pemimpin yaitu
tergatung dari kesiapan dari bawahan daalm menerima perintah untuk mencapai
tujuan.
Komentar
Posting Komentar