TEORI KEPEMIMPINAN


mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan apa itu yang dimaksud pemimpin karena telah banyak pemimpin besar yang telah kita ketahui.disini saya mau belajar dan sharing tentnag teori kepemiminan, apa sih yang melatar belakangi terbentuknya pemimpin?apakah keturunan?ataukah pembentukan? mari kita sama-sama belajar bagaimana itu bisa terjadi :)

Pengertian Kepemimpinan menurut S.P. Siagian adalah kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan dalam suatu pekerjaan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, terutama bawahannya supaya berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku positif ini memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. Akan tetapi saya mengasumsikan bahwa pengertian kep emimpinan yaitu adalah sebuah karya yang dibuat oleh seseorang yang lebih menonjol dalam kelompoknya baik secara fisik, mental, ataupun kreatifitasnya agar orang lain terhasut bahkan mengubah perilakunya sesuai dengan tujuan dari kelompok tersebut bahkan tujuan pribadinya secara tersirat.
Disini saya akan mencoba menjelaskan teori kepemimpinan dengan pemahaman saya dan gaya bahasa saya sendiri. Teori kepemimpinan ada 3 yaitu: 1, teori sifat 2, teori perilaku 3, teori situasional.
Yang pertama adalah teori sifat dimana seorang pemimpin mempunyai jiwa kepemimpinan itu sejak ia lahir atau bisa dibilang sifat kepemimpinan itu karunia dari tuhan dan bukan bentukan dari manusia. Teori ini menekankan pada intelegensi, karakteristik fisik, kepribadian, dan kemampuan supervisi.
Teori sifat ini mempunyai asumsi bahwa pemimpin pada dasarnya dilahirkan bukan diciptakan atau bisa disebut juga bahwa proses memperoleh jiwa kepemimpinan itu hanya kehendak tuhan atau  warisan dari pendahulunya yang diturunkan untuk dia, asumsi ini didukung oleh perilaku masyarakat pada zaman dahulu yaitu zaman kerajaan dimana setiap anak laki-laki dari seorang raja maka akan pasti menjadi raja saat raja sudah mengundurkan diri atau terbunuh di medan perang.Asumsi ini berbahaya bagi perkembangan regenerasi pemimpin karena yang dipandang pantas menjadi pemimpin adalah orang yang memang dari sananya dilahirkan sebagai pemimpin, sehingga yang bukan dilahirkan sebagai pemimpin tidak memiliki kesempatan menjadi pemimpin.
Asumsi ini dapat dibantah dengan kejadian pemberontakan yang dilakukan saat zaman kerajaan dimana para pemberontak dipimpin oleh seseorang yang dimana dia tidak ada keturunan sama sekali dari seorang pemimpinan tetapi dia bisa memimpin para pemberontak untuk memberontak terhadap suatu kerajaan atau sering juga disebut sebagai kudeta. Pemimpin dari pemberontak ini terbentuk akibat dari situasi keadaan saat itu yang mana memungkinkan untuk memunculkan sesosok pemimpin yang dapat mengoordinir dan memberikan perintah agar tercapai tujuan dari para pemberontak(teori situasional).

Teori sifat menekankan pada intelegensi, kepribadian, karakteristik fisik, dan kemampuan supervise.
Disini intelegensi yang dimaksudkan yaitu seorang pemimpin diharapkan memiliki tingkat pemikiran yang mumpuni dalam menghadapi sebuah masalah yang sedang dihadapi oleh kelompok.
Kepribadian, seorang pemimpin diharapkanmemiliki kepribadian yang baik seperti kemampuan beradaptasi, kreativitas, integritas pribadi, kepercayaan diri, kontrol dan keseimbangan emosi, dan mandiri. Sehingga para bawahan mempunyai sesuatu yang dapat diandalkan dalam diri pemimpinnya.
Karakteristik fisik, seorang pemimpin diharapkan berbadan tinngi tegap dan berpenampilan menarik kurang lebih menurut saya seperti pak SBY. Kemampuan supervise disini lebih mengacu pada kemampuan seorang pemimpin dalam mengawasi kinerja bawahan dalam menjalankan perintah yang diberikan kepadanya.



Teori perilaku
Dalam teori ini terdapat asumsi yang berlawanan dari teori sifat yaitu bahwa pemimpin tidak hanya dilahirkan tetapi juga dibentuk kita dapat mengambil contoh pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang merupakan lulusan terbaik AKABRI disini  bapak SBY dibentuk untuk menjadi pemimpin paasukan supaya dapat melaksanakan misi yang diberikan dan selanjutnya pak SBY diamanati sebagai Presiden Rpublik Indonesia yang mana beliau menjadi pemimpin dari seluruh rakyat indonesia.
Dalam teori perilaku terdapat dua sudut pandang tentang kepemimpinan yaitu : 1, pemimpin yang berorientasi pada pekerjaan. 2, pemimpin yang berorientasi pada bawahan.
Hasil studi kepemimpinan Ohio State University menunjukkan bahwa perilaku pemimpin pada dasarnya mengarah pada dua kategori yaitu consideration dan initiating structure. Hasil penelitian dari Michigan University menunjukkan bahwa perilaku pemimpin memiliki kecenderungan berorientasi kepada bawahan dan berorientasi pada produksi/hasil. Sementara itu, model leadership continuum dan Likert’s Management Sistem menunjukkan bagaimana perilaku pemimpin terhadap bawahan dalam pembuatan keputusan. Pada sisi lain, managerial grid, yang sebenarnya menggambarkan secara grafik kriteria yang digunakan oleh Ohio State University dan orientasi yang digunakan oleh Michigan University. Menurut teori ini, perilaku pemimpin pada dasarnya terdiri dari perilaku yang pusat perhatiannya kepada manusia dan perilaku yang pusat perhatiannya pada produksi.

Teori situasional
Teori ini lebih menekankan bagaimana seorang pemimpin dapat memahami bagaimana situasi yang sedang ia hadapi dan bagaimana pemimpin memaknai factor-faktor yang mendasari terjadinya situasi tersebut sehingga pemimpin memilih tindakan yang tepat sesuai situasi yang terjadi. Contohnya pada saat ini rupiah sedang melemah terhadap dolar dan harga barang-barang dalam negeri ikut melambung tinggi. Ini merupakan tantaangan bagi pak Jokowi (Joko Widodo) memaknai factor-faktor yang mempengaruhi situasi tersebut dan bagaimana paket kebijakan yang akan dikeluarkan untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam teori ini memiliki asumsi Perilaku pemimpin yang tepat sangat bervariasi dari satu situasi ke situasi yang lain.
Least Preferred Cowoker (LPC) dari Fiedler menekankan pada Faktor situasional kunci yang menentukan efektivitas kepemimpinan meliputi hubungan pimpinan-anggota, struktur tugas, dan kekuatan posisi.

Situational leadership theory (SLT) dari Paul Hersey & Ken Blanchard menekankan bahwa keefektifan kepemimpinan seorang pemimpin yaitu tergatung dari kesiapan dari bawahan daalm menerima perintah untuk mencapai tujuan.

Komentar

artikel yang disukai pengunjung

Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…

PENGERTIAN ARSIP