Semalam? apa yang sudah aku perbuat padamu ?
aku seperti kesetanan, aku menusuk hatimu dengan perkatan-perkataan penghakiman, aku sudah memojokanmu? seperti semua kesalahan ku lampiaskan padamu.
maafkan aku ,cinta.
aku hanya mengungkapkan apa yang mereka katakan, hati yang berteriak. perasaan yang semakin luka. aku hanya berkata jujur atas sikap mu yang sangat menyakitkan orang lain.
ini sudah sebulan lebih kau berbeda? ada apa denganmu?
aku bertanya dan tidak mendapatkan jawaban darimu sama sekali. kemaren malam aku pun masih bertanya dan apa jawabanmu? tak ada keyakinan di dirimu yang aku temukan, kau seperti terombang-ambing.
dimana kekasihku yang aku kenal? maaf saja jika malam itu untuk pertama kalinya aku meragukanmu, maafkan aku yang untuk pertama kalinya aku tidak mempercayaimu, maafkan daku yang sangat tak mengenalimu. sungguh, itu bukan dirimu itu orang lain yang ada di tubuh kekasihku,
dimana aku harus mencari dirimu saat ini? aku bahkan tak menemukan jejakmu sama sekali. aku kebingungan, aku kesakitan melihat sikap kasarmu padaku. 
aku berusaha mengimbangimu namun tak dapat balasan apapun, hanya keangkuhan yang kuterima, luka yang semakin hari semakin menganga. obat yang biasa aku dapatkan sudah tak pernah ku konsumsi, 
jika sudah seperti ini aku harus bagaimana? aku tidak dapat jalan ataupun jawaban dari petunjuk yang kau berikan. aku ingin kau tidak tersesat. aku mau mengajakmu berjalan lagi.. baiklah kalau kau lelah, mari kita istirahat sejenak.
namun istrirahatpun kau juga enggan, berjalanpun kau juga enggan. lalu aku harus bagaimana? aku mempertahankan dirimu seutuhnya. aku tidak ingin kau hilang ditutup kabut hitam, aku mau menantingmu. namun jika tak kau imbangi dengan niatan mu? aku bisa apa?
aku seperti menolong orang yang tidak ingin aku tolong!
sungguh , kenapa orang lain ada ditubuhmu? aku mau kau menjadi dirimu sendiri. bukan orang lain
aku pun tak menemukan sesok ayah, adik, kakak, kekasih, ibu, bahkan teman di dirimu yang ku temukan kau orang lain yang tak ingin mengenaliku, yang setiap harinya terganggu karena kehadiranku di hidupmu, yang setiap detik selalu punya cara untuk mencari alasan menghindariku, adaa apa denganmu? salahkah aku yang sudah hadir di hidupmu?
dimana sikap perdulimu? perkataan kasar yang aku terima, keangkuhan yang aku dapatkan. hati sekeras batu yang aku lihat. aku hanya berkata jujur atas apa yang telah kau lakukan padaku. apa kamu tahu aku sangat terluka atas sikapmu? pernahkan kau memikirkan perasaan kekasihmu disini yang telah kau acuhkan?
aku menangis terus menerus mengingat seorang yang selama ini patut aku banggakan sudah tak bertanggung jawab, seorang calon imam yang aku Do'akan sudah menjadi makmum yang sedang terombang ambing. tak kutemukan sosok pemimpin di dirimu, sekarang,
kemana kekasih pintarku yang dulu? lembut hatinya? penyayang? selalu perduli pada perempuan nya yang sedang terluka? bahkan melindungikupun sekarang engkau enggan
maafkan aku karena telah jujur. maafkan aku ,
aku hanya ingin kau menjadi diri sendiri bukan orang lain, jangan terpengaruh orang lain.
kembalilah, permintaan ini tak seburuk yang kau kira. kembalilah menjadi kamu yang penyayang. kembalilah.
aku mohon.
kembalilah

Komentar

artikel yang disukai pengunjung

Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…

PENGERTIAN ARSIP