Aku ingat engkau selalu marah, ketika aku bertanya
tentang "apa kau mencintaiku? apa kau menyayangiku?"
sementara aku diam
ketika engkau mulai melihatkan wajah serammu
Hanya memandang wajahmu
Sambil diam-diam berharap mendapatkan jawaban terbaik,
ya walaupun tak akan pernah mendapatkan jawaban. karena aku sudah tau jawabannya
jika kau balik bertanya,
akan ku jawab dengan pasti.Aku mencintaimu begitu saja
karena setiap kalipun aku bertanya pada diriku sendiripun? aku tak pernah mendapatkan jawaban
aku mencintaimu begitu
Tak perlu pemantapan apa pun, mengalir yang seperti air itu
Tak perlu berpikir
Aku mencintiaimu begitu saja
Seperti kanak yang mencintai gula
Seperti Ibu yang mencintai bayi
seperti aku yang menyukai kopi.
Aku mencintaimu begitu saja
seperti ayah yang setia bekerja keras mencukupi kebutuhan keluarganya &tak pernah peduli sebesar apapun rasa lelahnya,
Aku mencintaimu begitu saja
Seperti bernapas, begitu mudah, begitu ringan
“Adakah yang membuatku berhenti mencintamu?"
mungkin ada dua.
jika kau berkata padaku berhenti mencintaiku dan kematian,
atau bahkan akan tetap kulakukan setelahnya.karena kau tau sendiri betapa keras kepalanya diriku ini.
Malang. 21/5/2016
Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…
Aku tidak mau menjawab apapun saat kamu marah, tapi aku lebih memilih untuk diam. Aku menahan diri agar amarahku tidak terpancing. Bukannya aku lari dari masalah, tapi memang aku memilih diam, karena aku tidak mau api dibalas dengan api. Aku ingin menjadi air saat api sedang membara di dirimu. Mungkin kamu menganggapku pengecut, karena selalu diam dalam menghadapi semua masalah. Tapi setidaknya aku bisa meredam amarahku saat menghadapimu. Apa aku harus membalas amarahmu, lalu menghardik keadaan bahkan melontarkan perkataan kasar untukmu? Apakah aku harus begitu? Coba kamu pahami dahulu masalahnya, kamu redakan dulu sesaat amarahmu. Aku mencoba untuk tenang, karena aku tidak ingin amarah menyelesaikan hubungan kita. Aku tidak ingin amarah memicu kita untuk bertindak bodoh yang berujung pada akhirnya hubungan kita. Dengan susah payah kita mempertahankan hubungan kita selama ini , lalu haruskah kita menyerah hanya karena masalah sepele ini? Apa itu yang kamu...
Komentar
Posting Komentar