aku membayangkan kita
saat kulihat awan dan daun saling sapa
dari tempatku berpijak
dicemburui kabut yang acapkali menghalang
angin merayuku tuk bilang rindu
namun aku takut,
kau tak merasakan hal yang sama
demi daun, awan, dan sebuah kabut
yang tercantum dalam rangkaian tulisanku ini
namun tak bersekutu saat balik ku tanya.
apa kau disana merinduiku?
mereka masih diam.

ah tidur dulu lah, mataku juga perlu istirahat, agar sembabnya hilang. sembab kurang tidur. hmm


malang, 24/5/2016

Komentar

artikel yang disukai pengunjung

Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…

PENGERTIAN ARSIP