Aku laki-laki yang tabah sekalipun gagal menyembunyikan kesedihan. Jika engkau memilih pergi, maka pergilah, jangan karena aku bersedih lantas kau menipu dirimu sendiri. Perasaan itu sesuatu yang sakral, kita tak bisa berpura-pura, jangan karena aku jatuh cinta kepadamu. lantas kamu merasa harus membalasnya. Cinta bukan balas budi, cinta itu kerelaan, apa yang hendak kau balas jika yang kuberi adalah ikhlas. Aku mencintaimu begitu saja, tak peduli kau kepadaku, atau dunia kepada kita, aku mencintaimu tanpa perlu bertanya " perlukah" atau bertanya tentang kesediaanmu kucintai. Aku mencintaimu dengan lugas, tak peduli kau akan mencintaiku atau tidak, sungguh! berhentilah menghukum dirimu sendiri, jika bukan aku rumahmu, maka pergilah, cari rumah yang membuatmu tak ingin mengetuk pintu yang lain. Soal hatiku, kekasih, ia akan baik-baik saja, tidak dicintaimu memberiku kekuatan. Satu-satunya yang membuat aku terluka adalah melihat kamu pura-pura mencintaiku dan dengan bodohnya aku percaya itu, maka bicaralah sekalipun pedih, kita adalah manusia-manusia dewasa Yang paham menempatkan kesedihan.


tulisan tersebut terinspirasi dari cerita cinta kawan saya. Teruntuk kawan terbaikku yang sedang berusaha sembuh dari luka

Komentar

artikel yang disukai pengunjung

Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…

PENGERTIAN ARSIP