Hujan turun tiba-tiba
Pada hari ke enam belas di bulan mei
Serbuk gerimisnya terasa dingin
Diam-diam menetes di ujung jemari
Hujan turun tiba-tiba, Saat siang menuju sore baru tiba di ujung jendela
Tiada berkabar atau memberi pertanda
Selayak rindu dan jatuh cinta
Selamat petang luka.
kau sedang kehilangan? iya?
Mari kita berjalan sejenak
kita lupakan luka kesakitan yang semakin menganga
tak usah khawatir, Di luar hujan hanya tinggal rintik-rintik
Mungkin setelahnya pelangi muncul sepersekian detik
dan selamat pagi senja,
aku lupa bertegur sapa.
selamat pagi senja,
aku lupa waktu tak ada.
aku yang mengitari tempat yang sama,
dan tiada kau di sana.
pun, hanya bayang.
yang kutemukan hanya debu-debu terserak, di sela himpitan kenangan
aku menyapa pagi menjadi senja,
aku lupa senja tiada.
Hujan, senja, & mawar merahku yang telah mengering. Malang, 16 mei 2016

Komentar
Posting Komentar