Kepada ibuku, yang tabah
kepada malaikat tanpa sayapku
salam rinduu dan cinta untukmu
siang ini,
aku ingin sedikit mengingat 
kenapa harus sedikit? karena aku tak mau rindu ini semakin tak waras
tentang mu yang sedari dulu menemaniku ,mencintaiku tanpa syarat
dulu kulihat beliau suka menyendiri, di dapur
ketika beliau dan keluarganya selesai melaksanakan solat subuh disebuah mushola didepan rumah
menekuni rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga
dan Ketika kami memilih kembali tertidur dipagi yang buta
itu duluu, dulu sekali sebelum anak-anaknya beranjak dewasa dan meninggalkannya
dulu sering kulihat rutinitas di pagi yang dingin
kini Rumah itu mencatat segala rahasia
Tentang kerinduan dan kesepian ibuku
Pernah suatu subuh ketika ku berlibur pulang ke rumah, ku dengar
Ibu menangis sambil menanak nasi
Sesekali aku melihat ia memeluk tubuhnya sendiri
Matanya sendu menahan duka dan bahagia
Ingin sekali kuhadiahkan dua buah kayu bakar untuk Ibu
Supaya nyala tungku semakin besar–membakar kesedihan juga sepi di dada Ibu
yang selalu kusuka
ketika beliau selalu bersemangat ketika akan menjenguk anak-anaknya ataupun ketika menyambut anak-anaknya liburan panjang dan pulang kerumah.
masih sering kulihat matanya yang berkaca-kaca menahan butiran air mata
ketika waktu bersama telah usai, pasti akan ada raut sedih dari wajah teduh beliau
"seperti berkata -jangan pergi nak, ibu masih rindu denganmu. tapi ibu tak boleh menomersatukan ego"
dan beliaulah yang selalu setia menungguiku didepan rumah
menunggu ayah yang mulai bersiap-siap menjalankan motornya
sembari berkata 
"rumah ini akan sepii ,tak ada suara cerewetmu lagi. ibu akan sendiri menikmati setiap detik waktu. apalagi ketika ayahmu tugas diluar kota. ibu akan sendirian dirumah ini"

Ah ingin rasanya ku urungkan niatku kembali ke perantauan bu, sakit rasanya melihat orang yang kucinta kesepian -kataku dalam hati
ibu sedang apa sekarang?
maaf 2 hari tidak menelfonmu bu
aku gak punya pulsaaaaa :(
siang ini kota malang hujan bu, hujan angin. aku takuut
siang ini pula aku rindu Engkau bu, rindu yang amat sangat
senyummu yang menawan
candamu yang selalu membahagiakan
Allah jagalah selalu kedua orang tuaku dimanapun beliau berada. Aamiin

Komentar

artikel yang disukai pengunjung

Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…

PENGERTIAN ARSIP