Masih dipagi yang dingin.
bau embun menemani. semilir angin menenangkan
bersama sikapmu akhir-akhir ini yang meresahkan hati
bersama sapaanmu yang sudah lama tak ku terima
atau ini hanya perasaanku saja yang terlalu berlebihan?
bahwa kau sudah enggan memeluk hubungan ini?
bahwa kau sudah enggan mencintai perempuan yang sering bersikap bodoh ini?
aku sudah su'udzon ? jika iya bicaralah
maafkan untuk sikap burukku yang menyakiti hatimu setiap waktu
maafkan untuk bibir yang setiap waktu cerewet padamu
maafkan untuk tingkah bodoh yang selalu membuatmu malu
aku hanya perempuan yang penuh luka cacat,
jangan lupakan
kita ini sepasang
aku lupa kamu mengingatkan,
aku marah kamu menenangkan,
aku lelah kamu menyemangati. Mengimbangi. Melengkapi
kita ini 2 oarang yang punya tujuan untuk kelak bisa sehidup semati. di bawah atap yang sama
tapi aku sungguh takut untuk sikapmu kali ini mencemaskanku
sekarang bukan lagi jarak yang aku takutkan, tapi sapaanmu yang enggan kau berikan
untuk segala hal yang tak sepenuhnya mampu aku sikapi dengan tenang.
aku menyimpan kecemasan-kecemasan antara memiliki dan kehilangan
ya aku memang manusia ,yang amat kecil di hadapan rahasia, yang tak sepenuhnya berkuasa. atas jatuh bangun hubungan kita.
Malang,22/5/2016
bau embun menemani. semilir angin menenangkan
bersama sikapmu akhir-akhir ini yang meresahkan hati
bersama sapaanmu yang sudah lama tak ku terima
atau ini hanya perasaanku saja yang terlalu berlebihan?
bahwa kau sudah enggan memeluk hubungan ini?
bahwa kau sudah enggan mencintai perempuan yang sering bersikap bodoh ini?
aku sudah su'udzon ? jika iya bicaralah
maafkan untuk sikap burukku yang menyakiti hatimu setiap waktu
maafkan untuk bibir yang setiap waktu cerewet padamu
maafkan untuk tingkah bodoh yang selalu membuatmu malu
aku hanya perempuan yang penuh luka cacat,
jangan lupakan
kita ini sepasang
aku lupa kamu mengingatkan,
aku marah kamu menenangkan,
aku lelah kamu menyemangati. Mengimbangi. Melengkapi
kita ini 2 oarang yang punya tujuan untuk kelak bisa sehidup semati. di bawah atap yang sama
tapi aku sungguh takut untuk sikapmu kali ini mencemaskanku
sekarang bukan lagi jarak yang aku takutkan, tapi sapaanmu yang enggan kau berikan
untuk segala hal yang tak sepenuhnya mampu aku sikapi dengan tenang.
aku menyimpan kecemasan-kecemasan antara memiliki dan kehilangan
ya aku memang manusia ,yang amat kecil di hadapan rahasia, yang tak sepenuhnya berkuasa. atas jatuh bangun hubungan kita.
Malang,22/5/2016
Komentar
Posting Komentar