Sebagaimana laut mataku, menadah asin air mata dan luka
Sementara kau ada sebagai ombak yang menampar tubuh tabahku
Jantung dan hatiku ialah karang yang kuat
Ikan-ikan tak ingin hidup dan ganggang laut tak ingin tumbuh
Siapa yang ingin tinggal dalam kesedihan? tidak ada
Kecuali aku
Sebagaimana gerimis mataku adalah musim penghujan yang panjang
Sementara kau payung yang menolak basah
Dadaku ialah langit yang kelabu
Pelangi tak ingin datang dan kemarau tak mau kembali
Siapa yang ingin tinggal dalam kepedihan? tidak ada
kecuali aku
Sebagaimana pagi dan malam
Aku ada sebagai waktu yang tak pernah berhenti dalam sebuah arloji
Atau seluruh musim yang setia pada satu kota
kau ada sebagai rumah yang tak pernah terbuka
Siapa yang ingin tinggal dalam kesendirian? tidak ada
Kecuali aku
Yang masih sedia mencintaimu
Sebagaimana Ibu.

hujan menemani diriku malam ini, menulis beberapa tulisan yang entah apa maksudnya. yang aku tau hatiku ingin menulis mengisi waktu luang yang membosankan. itu saja. selamat berakhir pekan dan selamat malam hujan yang sedari tadi sore menikam tanah tanpa ampun :)
Malang, 27/5/2016

Komentar

artikel yang disukai pengunjung

Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…

PENGERTIAN ARSIP