Kuharap ada teduh disela waktumu
Kabari aku, selalu.

Aku hanya peramu kata
Yang tak pernah mampu mengelak rindu untukmu
Tiada musim yang sama untuk rindu
Semua mengatakan kata-kata yang mampu kueja
Aku merindukanmu.

rindu pertemuan bersamamu.
Kapan kita duduk bersisian lagi?
tak perlu jauh-jauh, cukup kau duduk disampingku
temaniku meminum secangkir kopi dimalam yang larut atau dipagi yang dingin?
atau Meramu teh atau kopi yang asapnya mengepul
Tiada  musim yang sama untuk rindu
Semua mengatakan kata-kata yang mampu kueja
Membias membentuk pahatan nama kita di meja kayu
Kapan kita bergenggaman lagi?
Membunuh diam di antara riuh manusia
Mari bersamaku saja di sini
Biar kubisikkan rindu itu berkali-kali
Hingga lelap membuatmu tertidur di pangkuanku
senja bagaimana lagi yang belum kita temui?
dan Kisah ribuan malam yang tak pernah sama
Perjalanan dan bercangkir-cangkir kopi yang habis hingga ke dasarnya
Rindu selalu sama, untukmu


karena rindu adalah hak segala bangsa, kau tak boleh protes dan bosan jika setiap waktu aku merindukanmu.

masih diawal bulan suci ramadhan, di kota yang dingin.
Malang, 10/06/2016

Komentar

artikel yang disukai pengunjung

Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…

PENGERTIAN ARSIP