Berpuluh-puluh senja terlewati seorang diri
Menikmati sapuan angin dan jengkal hati yg tak lagi rapih
Terkadang menyapu jilbab, bersih
Datang dan pergi tanpa permisi
Mengetuk hati dengan cara yg manis, namun melangkah dan pamit dengan cara yang sadis
Kau tinggalkan beribu jejak kaki yg timbul
Kau merusak barisan pasir yg ku tata
Kau lakukan itu berkali-kali tanpa memperhatikan raut wajah perempuan yg bersusah payah merapikannya kembali
Kau masih bisa melihat kan?
Tatapan sembab itu masih berbicara tentang sabar
Lamat-lamat tetap berdo'a
Masih bisa tenang
Bahkan kali ini senja tetap pamit dg cara yg manis, walau tak semanis harapan yg ku tulis

#tulisan

Lasem, 20/6/2016

Komentar

artikel yang disukai pengunjung

Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…

PENGERTIAN ARSIP