Teruntuk kekecewaan
Malam dan dingimu memeluk setelah hujan deras sore tadi
Ada banyak anak genangan air yang tak sejernih hujan kali ini
Telah bercampur dengan berbagai jejak kaki dan sandal yang terpakai
Kecipak air tak menenangkan
Buku di tangan masih belum menenangkan
Apa yang kau lakukan membuat retakan di dada menjadi menganga
Dengan apa kau menyadarinya?
Dengan hati kalut yang tak sebahagia dulu?
Dengan apa aku mengobatinya?
Dengan ikhlas Ya dik.
Itu jawaban kawanku malam itu
Semakin kau bisa berdamai Dengan sakit hatimu semakin kau bisa menenrimanya
Hidup ini memang kadang tentang menunggu, menunggu kita menyadari kapan kita akan berhenti menungu


#tulisan

Lasem, at ponpes nailunnajah 

18/06/2016
21:26 PM.

Komentar

artikel yang disukai pengunjung

Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…

PENGERTIAN ARSIP