kalau nanti kita bertemu
tawari aku secangkir kopi, iya? seteguk saja tak apa
setelahnya kita lihat siapa yang lebih menarik? bagaimana?
dan coba bayangkan kita berdua dibranda, di sebuah rumah mungil yang ku design sendiri dengan segenap rasa
menikmati secangkir kopi dan cahaya lampu-lampu yang ku tata sedemikian rupa ditaman mini depan rumah (mengapa? supaya kau tak perlu bersusah payah menemaniku jalan-jalan hanya untuk menikmati indahnya view lampu kota setiap harinya hahaha!)
lalu kau bertanya, atau tidak
kopi dan diriku? kau lebih suka mana?
kopi tentunya ''jawabku''
kau mulai cemberut?
tak usah kau pasang wajah murung, kau jangan marah, aku tidak akan membandingkan kamu dengan secangkir kopi
kalau kamu juga penikmat kopi
sejatinya kau akan faham tentang filosofi kopi
lalu, Ah sudahlah
tak perlu ku jelaskan, tentunya kau lebih pintar dariku. iyakan?
Ah, wajahmu kebingungan
tak usah kau mngerti apa maksud ocehanku tadi
yang jelas kamu dan kopi,
prioritasku
Maafkan aku, secangkir kopi ini membuatku pandai merayu.

Malang, 25/9/16
8:57 PM.

Komentar

artikel yang disukai pengunjung

Aku yang lebih memilih diam dan itu jauh lebih baik…

PENGERTIAN ARSIP