di branda jalan yang dingin, remang lampu kota mengisyaratkan
perempuan grimis dan tatapan sendu
berteman es cream rasa air hujan
langit selalu tahu apa yang dirasa, seperti semesta memergokinya
berpeluk dingin dan rasa kerinduan
bertanya-tanya tentang sebuah angan yang hanya sebatas impian ataukah akan menjadi kenyataan?
bersama setumpuk harap teruntuk kamu pula
itu lamunannya
tidak biasanya, ada temu disana. dibranda jalan
mencari-cari sang harapan, pun jawaban
ada yang tersenyum, tapi siapa?
biarkan senyum itu berkonspirasi ditiap waktu yang tentu
kini semesta hanya dengan sebuah pandangan saja, sepertinya
sialnya sang waktu
aku hanya sedang menikmati rindu diantara abu dan jingga
diantara jumpa dan sapa
ada yang berteriak memergoki
inginku sembunyi pada sangkar disetiap malam, membisikkan nestapa &lunglai yg tak terbalas
berharapnya, malam tak menertawaiku
Malang, 26/10/16
09:45 PM
Komentar
Posting Komentar