Cintaku hanyut bersama arus kopi yang kau seruput
itu sebabnya Mas, batinku mudah kalut
setiap kali kau dan aku tak saling paut
rinduku mengarus deras bersama kopi yang kau seduh
karena itu Mas, hatiku gampang rapuh
sedangkan saban hari kini, hatimu semakin jauh
kuterka-terka, mana yang lebih getir
kopi yang menggenang dicangkirmu
atau rindu yang bersarang didadaku?
jika kelak, dengan cangkir yang sama
kau sesap kopi itu ,kuharap kau tak lupa
bahwa ampasnya telah menyimpan tabungan rinduku
selamat malam kau yang kekal tergetar dalam hati
bahkan dicangkir kopiku yang paling dasar
Malang, 14/3/2017
Disela-sela lembur Tugas proyek masjid 12:02 Am.

Komentar
Posting Komentar